Pengin punya bayi yang sehat wal'afiat cerdas dan kuat?
Perlu diperhatikan nieh buat para ibu-ibu hamil. Mm, tapi tentuna juga ga luput dari peran serta bapakna juga. Bikinna bareng-bareng..yaa ngurusina juga bareng-bareng dunk. Jadi lah kluarga yang kompak.. hehee.. piiss.. :)
Pembentukan organ-organ bayi dapat dioptimalkan melalui gizi dari asupan makanan sang ibu, kegiatan penunjang lainnya seperti senam hamil serta dari terapi musik. Dari berbagai sumber dan pakar-pakar dalam hal ihwal urusan musik, dikatakan bahwa terapi musik dapat merangsang kecerdasan otak janin. Karena itulah setiap hari sang janin dalam kandungan perlu mendengarkan musik yang menenangkan perasaan agar ia kelak tumbuh menjadi anak yang cerdas. Tapi perlu digarisbawahi bahwa musik yang dibutuhkan oleh janin bukan musik ‘rock’ yang notabene keras ntu loh.
Terapi musik merupakan materi musik yang mampu mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, baik fisik maupun mental karena ada keterkaitan antara musik dengan emosi atau mental seseorang. Khusus untuk ibu-ibu hamil, terapi musik ini bertujuan untuk memberikan stimulasi pada janin.
Patut diketahui bahwa terbentuknya telinga janin diawali pada usia kehamilan 24 minggu atau 5-6 bulan. Bila seluruh bagian dari telinga telah terbentuk, maka si janin akan mendengar suara yang datang dari luar, seperti layaknya kita semua. Yang lebih menakjubkan lagi, terbukti bahwa janin bukan saja mendengar, tetapi juga memberikan respon terhadap suara yang didengarnya. Makana sering djumpai ketika sang ibu mengajak bicara sang janin di dalam perut, terkadang si jabang bayi akan memberikan respona, seperti ada reaksi gerakan atau menendang-nendang di dalam perut.
Berdasarkan perkembangan embriologi, otak terdiri dari dua belahan, yakni belahan otak kanan dan belahan otak kiri yang pembentukannya dimulai pada awal-awal kehamilan sampai bayi lahir. Belahan otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik yang terdiri dari berbicara/kemampuan tata bahasa, baca-tulis-hitung, daya ingat, logika, angka, analisis dan lainnya. Karena bersifat logis, maka otak kiri berhubungan erat dengan pembentukan kecerdasan otak anak pada pendidikan formal. Sedangkan belahan otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistic dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi dan pengembangan kepribadian.
Jelas sekali dapat disimpulkan bahwa fungsi otak kiri dan otak kanan, ada kaitannya dengan musik. Dengan demikian, pada pelaksanaan terapi musik bagi ibu-ibu hamil, maka perangsangan atau stimulasi mental haruslah mencakup perkembangan dari kedua belahan otak tersebut agar sang bayi kelak tumbuh dan berkembang menjadi individu atau manusia seutuhnya. Dengan kata lain, ada keseimbangan antara fungsi otak kiri dan fungsi otak kanannya.
Adapun manfaat terapi musik dalam kehamilan sebagai upaya mengoptimal kan kecerdasan si kecil, antara lain:
Pertama, bagi ibu hamil/ibu setelah melahirkan, terapi musik dapat menimbulkan reaksi psikologis karena musik bisa menenangkan dan memberikan perasaan;
Kedua, melalui terapi musik dapat menyongsong masa depan bayi/anak yang lebih cemerlang karena menghadapi era globalisasi individu yang memiliki keterampilan otak akan dihargai lebih tinggi dan sangat dibutuhkan dibandingkan individu yang hanya mengandalkan kekuatan otak.
Ketiga, kegiatan terapi musik ternyata dapat membantu ibu hamil agar terapi dapat mempertahankan kesehatan jasmani, pikiran dan emosi.
Keempat, melalui rangsangan-rangsangan musik yang diperdengarkan kepada janin/bayi secara teratur, maka dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut kelak di kemudian hari.
Kelima, maka dalam diri anak kelak akan tumbuh kepribadian yang kuat dan ia mampu menyerap banyak hal.
Keenam, dengan terapi musik menjadi janin/anak dapat meresapi musik,yang berarti ia juga mampu memahami perasaan orang lain.
Saran bagi ibu-ibu hamil di dalam melakukan terapi musik ada tiga tahapan penting, yakni tahapan relaksasi fisik, tahapan relaksasi mental, dan tahapan rangsangan musik pada janin.
Untuk mencapai rileks secara fisik dapat digunakan teknik yang disebut progresif relaxation. Pada tahap ini ibu-ibu hamil mengendorkan dan mengencangkan sembilan otot tubuh secara berurutan sambil mengatur nafas. Sementara pada tahapan relaksasi mental, ibu-ibu hamil harus dipandu oleh instruktur terapis musik dengan kata-kata yang bersifat sugesti. Ibu hamil dibawa ke dalam suasana yang melupakan semua ketegangan dan kecemasan yang mereka rasakan selama kehamilan. Setelah perasaan ibu hamil merasa rileks, barulah mendengarkan musik dan tempatnya bisa di mana saja, terutama yang dianjurkan musik klasik ciptaan W.A. Mozart yang secara khusus untuk ibu-ibu hamil.
Lantas untuk memperoleh manfaat dari mendengarkan musik, maka ibu hamil dianjurkan untuk mendengarkan musik dengan penuh perhatian dan kesadaran. Artinya, musik harus mendapatkan kesempatan untuk merasakan ke dalam pikiran. Sedangkan waktu yang diperlukan untuk terapi musik sekitar tiga puluh menit setiap hari.
Dengan melakukan terapi musik secara teratur setiap hari yang dimulai pada usia kehamilan 24 minggu, maka diharapkan dapat mengoptimalkan kecerdasan si kecil di kemudian hari.
sumber dari kabarindonesia.com.
No comments:
Post a Comment